GEJALA HEPATITIS B

GEJALA HEPATITIS B – Bagi sebagian besar orang awam mungkin informasi mengenai gejala hepatitis B ini sangat penting, yang mana dengan mengetahui gejala nya maka penanganan pun dapat di lakukan se-dini mungkin.

GEJALA HEPATITIS B

Gejala hepatitis B sering kali tidak terditeksi sejak dini, karena pada umumnya gejala tidak langsung terasa oleh penderita dan bahkan tidak menimbulkan gejala sama sekali selama sistem kekebalan tubuh masih berjuang melawan virus. Karena itulah banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Meskipun baru terinfeksi oleh virus, penularan tetap saja dapat terjadi.

Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular, maka sebab itu penanganan pada penderita penyakit ini harus sesegera mungkin sebelum membahakan penderitanya dan orang-orang di sekitarnya. Cermati cara penularan hepatitis B untuk mengantisipasi agar tidak tertular.

KETAHUI GEJALA HEPATITIS B PADA TAHAP AWAL TERINFEKSI

Berikut adalah beberapa gejala awal yang kemungkinan terjadi pada orang yang terinfeksi virus hepatitis B, diantaranya adalah :

  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Penurunan berat badan.
  • Gejala yang menyerupai flu seperti lelah, nyeri pada tubuh, sakit kepala, dan demam tinggi (sekitar 38ÂșC atau lebih).
  • Nyeri perut.
  • Lemas dan lelah.
  • Sakit kuning (kulit dan bagian putih mata yang menguning).

Sakit kuning disebabkan karena senyawa hasil limbah sel darah merah tidak dapat dilenyapkan oleh hati yang mengalami kerusakan. Senyawa ini juga dapat mengubah warna urine menjadi kuning pekat dan warna tinja menjadi pucat.

Itulah beberapa gejala hepatitis b yang muncul pada tahap awal terinfeksi virus hepatitis B. Apabila Anda merasakan gejala yang seperti tertulis diatas, maka segeralah lakukan pemeriksaan. Karena penangnan hepatitis B lebih mudah dibandingkan pada penderita hepatitis B kronis.

Hepatitis B kronis terjadi saat virus tinggal dalam tubuh selama lebih dari enam bulan. Jenis hepatitis B ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Anak-anak yang terinfeksi virus pada saat lahir berisiko mengalami hepatitis B empat sampai lima kali lebih besar dibanding anak-anak yang terinfeksi pada masa balita.

Sebanyak 20 persen orang dewasa yang terpapar virus ini akan berujung pada diagnosis hepatitis B kronis. Penderita hepatitis B kronis bisa menularkan virus meski tanpa menunjukkan gejala apa pun. Berdasarkan penelitian WHO, sekitar 3 dari 10 penderita hepatitis B kronis akan mengalami sirosis.

Sirosis adalah kerusakan hati jangka panjang atau kronis yang menyebabkan luka pada hati. Perkembangan penyakit yang perlahan-lahan mengakibatkan jaringan sehat digantikan oleh jaringan rusak. Fungsi hati dalam memproses nutrisi, hormon, obat, dan racun yang diproduksi tubuh akan melambat.

Segera lakukan penanganan apabila Anda mendapati berbagai gejala yang mengindikasikan pada penyakit hepatitis B. Selain dengan penggunaan obat resep dokter dan vaksinasi sebagai bentuk oencegahan, salah satu cara mengobati hepatitis B lainnya yaitu dengan pengobatan secara alami dengan mengonsumsi ramuan tradisional / herbal seperti Agaricpro yang bisa di dapat di agen resmi agaricpro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *